MAJA LABO DAHU
Perempuan ku
Kaulah pelengkap hidup ku
Kaulah yang menghadirkan rindu
Rindu yang tak pernah berhenti
Seperti air  mengalir
Hadir mu menumbuhkan tunas tunas harapan
Perempuanku, izinkan aku melihat  senyum manis mu, yang membawa keberkahan dalam hidup
Yang cahaya di setiap langkah ku.
Memang, Aku baru melihat mu
Aku baru mengenal mu
Aku baru menemukan mu
Tapi aku merasa telah lama berharap hadirnya sosok seperti mu
Dan saat ini kau telah mampu meluluhkan hati ku. Awal perjumpaan kita TDK sempat aku tuliskan. Bukan karena tak punya waktu hanya saja, Kalimat yang ingin kutulis tak mampu dan tak cukup membahasakan betapa bahagianya aku saat menemukan mu dan memiliki mu.

Dikala itu, saat-saat bersamamu, tanpa menanyakan kita sudah berstatus atau belum, Semua itu tidak lagi ku pertanyakan.
Karena yang ku rasa saat itu, hanyalah kenyamanan yang belum aku rasakan sebelumnya.
Mungkin terdengar lebay atau kekanak-kanakan, namun demikian lah yang aku rasakan. Seakan tidak ada lagi dia selanjutnya karena terlanjur menemukan permata hati yang mungkin tidak akan tergantikan.


Kita tau bahwa bangsa Indonesia sangat rentan sekali terjadinya konflik, dengan keberagaman yang begitu banyak. Di tambah lagi suasana perpolitikan yang amat sangat tidak mendidik masyarakat.
Para elit politik yang selalu menebarkan kebencian kepada lawan politiknya.
Hinaan, cacian, seakan menjadi hal yg lumrah di ucapkan.
Padahal, itu sangat bertolak belakang dengan budaya kita yang di kenal dengan tatakrama sopan santun nya.
Maka perlunya menghormati kemerdekaan orang lain agara tetap terjaga dari perpecahan.
Walaupun berbeda pilihan kita tetap indonesia. Berbeda pilihan bukan berarti harus bermusuhan.
Mari kita jaga bersama bangsa ini  agar supaya tetap menjadi bangsa yang utuh tanpa perpecahan dengan saling hormat menghormati kemerdekaan orang lain.